Kamis, 05 Maret 2009

Makna Berbagi

Ev. Kisah Para Rasul 2:41-47
Ep. Kejadian 16-19
Nats: Semua orang yang percaya tetap bersatu, dan semua milik mereka adalah milik bersama (Kisah Para Rasul 2:44)



Sekte Essene Yahudi, yang hidup pada sekitar abad pertama di Palestina, memiliki peraturan penting bagi setiap calon pertapa.
Mereka harus menjual seluruh harta kekayaannya dan memberikan hasil penjualan itu kepada Guru Agung yang memimpin biara. Menjual harta kekayaan tersebut dilakukan karena mereka akan menjalani gaya hidup bertapa dan menarik diri dari urusan dunia. Hasil penjualan itu pun
digunakan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan biara; agar mereka dapat menjalankan pertapaan.

Jemaat mula-mula pun memiliki gaya hidup serupa, tetapi demi alasan yang berbeda. Iman kepada Kristus telah menyatukan mereka menjadi satu keluarga. Jadi, mereka memberi bukan sebagai seseorang yang memberi sedekah kepada orang miskin, tetapi sebagai keluarga sendiri.
Kesatuan menjadi dasar dalam memberi. Kebutuhan tubuh Kristus dirasakan sebagai kebutuhan semua orang. Mereka memberi kepada setiap orang sesuai keperluan masing-masing (ayat 45). Memberi bukanlah kewajiban, melainkan sesuatu yang dilakukan karena kebersamaan yang dirasakan dalam komunitas kristiani.

Memberi dalam lingkup komunitas kristiani adalah berbagi. Tetapi jangan salah, bukan berbagi apa yang tidak kita ingin miliki lagi. Namun, orang kerap memberikan sesuatu yang tidak lagi ia butuhkan. Ini pemberian yang tidak tulus. Bagikan setiap pemberian dengan hati
tulus. Dan, berbagi dalam komunitas kristiani tak hanya berarti berbagi benda atau materi, tetapi juga berbagi hidup. Takkan sulit dilakukan apabila kita selalu ingat bahwa di dalam Kristus, kita semua telah menjadi satu keluarga yang sejati.

TIDAK ADA KEBUTUHAN YANG TIDAK TERPENUHI APABILA KITA MAU BERBAGI


http://www.glorianet.org
http://www.sabda.org

Kisah 2:41-47

41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri
dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.

42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam
persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu
mengadakan banyak mujizat dan tanda.

44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu,
dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,

45 dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu
membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.

46 Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap
hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah
masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan
gembira dan dengan tulus hati,

47 sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan
tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar