Senin, 06 April 2009

KEMULIAAN YANG UNIK

Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau (Yohanes 17:1)

Kemuliaan tidak selalu berarti mahkota dan penghormatan. Saat membaca kisah biografi Ibu Teresa, saya menemukan bahwa kemuliaan bisa mengambil rupa karakter luhur yang rela berkorban demi melayani orang-orang miskin di Kolkata, India. Ada kemuliaan dalam sikapnya yang menghargai manusia yang dibuang dan ditinggalkan keluarganya. Gaun yang sederhana dan hidup miskin demi mengabdi adalah sebentuk kemuliaan unik yang membangkitkan rasa kagum dan hormat kepada sosok Ibu Teresa.

Dalam Injil Yohanes, Yesus banyak menyebut tentang kemuliaan. Namun, kerap kali yang Dia maksud adalah peristiwa penyaliban-Nya. Ya, berkorban bagi keselamatan manusia adalah sebuah kemuliaan. Meskipun itu berarti Dia harus dipermalukan dan dihina melalui proses penangkapan, penganiayaan, dan penyaliban. Namun, kemuliaan Bapa terpancar dalam kasih dan pengurbanan Kristus, Sang Anak Allah. Sungguh luar biasa. Dalam peristiwa paling memalukan sepanjang sejarah itu, di sana kemuliaan Bapa justru terpancar paling indah selama-
lamanya.

Kemuliaan salib yang unik mengajak Anda untuk mengejar kemuliaan yang berbeda dari kemuliaan dunia. Kemuliaan yang bertolak belakang dengan kemuliaan harta dan takhta. Kemuliaan salib adalah inspirasi bagi kemuliaan hidup berkorban dan mengabdi. Hidup tidak untuk diri sendiri, tetapi demi panggilan ilahi melayani dunia ini. Dalam kemuliaan ini, ada kebahagiaan yang kualitasnya sangat berbeda. Begitu luhur, begitu ilahi. Maukah Anda ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang unik ini?

ADA SEBENTUK KEMULIAAN DALAM PENGORBANAN ADA SEBENTUK KEHORMATAN DALAM KEHINAAN DEMI PANGGILAN

Yohanes 17:1-5

1 Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata: "Bapa, telah tiba saatnya; permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau.

2 Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

4 Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.

5 Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar